Jumat, 15 Maret 2013
Mister Maker, Ayo Berkarya
Harga Rp.
Rp.
Peluang Bisnis Kuliner Modal 2 Jutaan
Ide Usaha, Perencanaan, Analisis, Strategi Pemasaran
Harga Rp.
Rp.
PERCA, Panduan Berkreasi dan Berbisnis
Penulis : Sari Sulistyo
Harga Rp.
Rp.
Homepreneurship, mendulang Rupiah dari Rumah
Bisnisplan, Aneka Peluang Usaha Rumahan, Analisis Bisnis, Tip & Trik Bisnis
Harga Rp.
Rp.
Inspirasi Kreatif dari Bahan Bekas
Penulis : Astri Damayanti
Harga Rp.
Rp.
Sedot Rupiah dengan Kreasi Sedotan Meriah
Penulis : Dewi Agustina
Harga Rp.
Rp.
Yuk, Berkreasi dengan Barang Bekas
Penulis : Lisdy Rahayu
Harga Rp.
Rp.
Citra Diri Anak

Citra diri sering juga disebut sebagai cermin diri atau apapun persepsi seseorang terhadap dirinya. Ketika berbicara tentang citra diri maka pasti selalu berhubungan dengan diri ideal dan harga diri. Diri ideal adalah penetapan seseorang terhadap apa yang akan terjadi nanti. Diri ideal adalah apa yang diharapkan atau dicita-citakan. Diri ideal, selain ditentukan sendiri oleh sang anak, lebih sering ditentukan oleh orang tua atau lingkungan keluarga dan sekitarnya. Sedangkan harga diri adalah kondisi emosi yang dirasakan oleh seseorang sehubungan dengan citra dirinya sendiri.
Semakin positif citra diri seorang anak,semakin positif pula kondisi emosi yang dirasakan (harga dirinya positif). Jika diri ideal yang diharapkan misalnya adalah mendapatkan nilai 100, maka ketika seorang anak berhasil mendapatkan nilai 100, maka ia akan melihat dirinya sebagai anak yang pandai (citra diri positif). Ketika ia melihat dirinya sebagai anak yang pandai, maka secara otomatis pula ia akan merasa hebat, percaya diri, dan mampu menghadapi persoalan yang sama dengan mudah.
Bagaimana kalau sebaliknya? Jika ia ternyata tidak mendapatkan nilai 100, maka ketika ia melihat teman-teman yang lainnya mendapatkan nilai 100 maka ia akan melihat dirinya sebagai anak yang bodoh. Semakin ia sering memikirkan dirinya yang bodoh, semakin negatif pula emosi yang dirasakannya (harga diri negatif). Ia akan merasa minder, malu, frustasi, dan tidak percaya diri.
Terus apa hubungannya dengan orang tua? Kebanyakan orang tua tidak pernah di didik untuk melihat kegagalan sebagai suatu proses untuk meraih kesuksesan. Kegagalan dipandang sebagai hal yang tabu dan memalukan. Pada dasarnya orang tua yang seperti ini adalah orang tua yang juga memiliki citra diri dan harga diri yang negatif. Karena ia tidak ingin dipermalukan dan merasa malu, maka kebanyakan orang tua akan cenderung menetapkan diri ideal yang terlalu tinggi bagi anak-anaknya. Sang anak akan cenderung diharapkan (lebih tepat dipaksa) untuk selalu memenuhi semua harapan prestasi orang tuanya. Dan sangat sering penetapan diri ideal yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya adalah diri ideal yang terlalu tinggi. Semua anaknya harus memenuhi target yang telah ditetapkan setinggi-tingginya.
Apa yang terjadi kemudian? Ketika sang anak berhasil memenuhi target yang ditetapkan, maka orang tua pasti akan merasa bangga. Ia ingin menutupi harga dirinya yang negatif dengan berlindung dibalik prestasi anaknya. Harga dirinya pun akan menjadi positif. Anak-anak yang demikian pastilah anak-anak yang menjadi kebanggaan orang tua, dan sangat disayangi. Jika orang tua bercerita kepada orang lain tentang anak-anaknya, maka dapat dipastikan bahwa hanya anak yang membuat bangga dirinya saja yang paling sering diceritakan. Dengan bercerita kepada orang lain tentang prestasi anaknya, ia ingin menunjukkan bahwa citra diri dan harga dirinya pun menjadi lebih positif.
Ketika sebaliknya yang terjadi, sang anak ternyata belum mampu memenuhi target yang ditetapkan orang tua. Apa yang akan terjadi? Karena pada dasarnya sang orang tua juga memiliki citra diri dan harga diri yang negatif, maka sangat besar kemungkinan semua kesalahan itu akan ditimpakan kepada anaknya. Sang orang tua merasa malu dengan melihat prestasi anaknya yang pas-pasan. Sang orang tua tidak melihat hal itu sebagai bagian dari proses mencapai kesuksesan, tetapi dilihat sebagai penyebab malu di keluarga. Maka sudah dapat dipastikan, sang orang tua akan memarahi anaknya habis-habisan.
Sang anak yang sudah dari awal memiliki citra diri negatif karena melihat prestasinya sendiri yang pas-pasan, kini semakin diperparah dengan omelan dan hinaan yang diberikan oleh orang tuanya. Jenis-jenis omelan yang dilakukan orang tua dapat kita kategorikan sebagai berikut:
1. Memberi label bodoh pada anak. Hal pertama yang paling sering diomelkan oleh orang tua kepada anaknya adalah menyebut dirinya bodoh. Semakin sering label bodoh ini disebutkan, maka semakin sering pula penegasan ”bodoh” pada diri sang anak terjadi. Sang anak lama-lama akan semakin percaya bahwa dirinya memang bodoh.
2. Melakukan perbandingan. Ketika sudah mengomel habis-habisan dengan memberi label bodoh, maka sering pula diikuti dengan membandingkan anak sendiri dengan anak tetangga, atau anak keluarga sendiri, atau saudara anaknya sendiri. Bisa Anda rasakan bagaimana hancurnya hati seorang anak ketika selalu dibanding-bandingkan dengan orang lain. Saya sendiri yakin, sang orang tua pun tak suka dibanding-bandingkan oleh anaknya dengan orang tua yang lain.
3. Membuat kesan tidak mengakui sang anak sebagai anaknya. ”Kamu anak siapa sih? Dulu mama dan papa tidak seperti kamu.” Jenis kalimat ini juga sering diucapkan oleh orang tua kepada anaknya. Tanpa orang tua sadari, jenis kalimat ini akan diartikan oleh pikiran bawah sadar sang anak sebagai tidak diakui dirinya sebagai anak.
Saya hanya menyebutkan tiga jenis gambaran besar omelan yang sering dilakukan orang tua, yang paling sering menjatuhkan citra diri sang anak. Dan kita sudah tahu bahwa ketika citra diri sang anak menjadi negatif, maka harga dirinya pun akan semakin negatif. Sang anak akan semakin tidak percaya diri dengan dirinya sendiri. Tanpa disadari oleh orang tua, kondisi emosi negatif ini justru membuat sang anak semakin tidak dapat ber-prestasi di sekolah. Karena bagaimana mungkin sang anak semakin ber-prestasi di sekolah, jika kepercayaan dirinya sendiri terhadap kemampuannya menjadi hancur.
Pentingnya Membiasakan untuk Membacakan Dongeng/Cerita untuk Buah Hati Kita
Pentingnya membiasakan membacakan cerita untuk buah hati kita
Membacakan cerita untuk buah hati kita merupakan kegiatan yang harus dibiasakan. Hal ini dikarenakan dapat memperkuat ikatan ibu dan anak. Selain itu, mengajarkan mereka mulai mengenal buku dan membacakan cerita padanya dapat memupuk kecintaan mereka pada membaca. Adapun, beberapa manfaat pentingnya membacakan cerita untuk buah hati anda adalah :
Sebagai alat untuk memperkenalkan dan memberikan informasi tentang lingkungan sekitar. Sehingga mereka dapat memahami peranan mereka dalam lingkungan dan perkembangan kognitif mereka
Dapat membantu untuk merangsang memori dan daya imajinasi dari buah hati kita. Daya imajinasi juga akan terkait dengan kemampuan mereka berkreasi terhadap suatu hal, maka proses kreatif mereka akan diasah juga apabila kita membantu mereka membacakan cerita atau dongeng. Mereka juga akan rajin bertanya tentang hal-hal baru yang mereka dengar dari cerita tersebut
Memperkaya perbendaharaan kata dan perkembangan bahasa balita anda. Karena melalui cerita yang anda bacakan, akan terdapat banyak kata yang anda gunakan untuk menggambarkan cerita itu agar mereka dapat memahaminya. Dari situ, mereka akan belajar kosakata baru dan banyak bertanya apa, arti dan penggunaan masing-masing dari kata yang mungkin mereka kurang paham
Hal ini juga dapat memupuk kecintaan mereka terhadap buku sejak usia dini. Karena mereka mulai menyadari sejak usia dini, bahwa buku akan memberikan manfaat dan pengetahuan bagi mereka
Bacakan dongeng atau cerita rakyat favorit mereka dengan ekspresi dan intonasi yang sesuai dengan karakter dari tokoh dalam dongeng, selain akan menarik perhatian mereka hal ini juga bertujuan untuk mereka berlatih memusatkan perhatian, proses mendengar dan mengingat detil dari masing-masing cerita dan karakter. Mereka juga dapat belajar cara berkomunikasi yang baik dan memahami emosi dalam sebuah proses komunikasi
Dari berbagai manfaat diatas, yuk sahabat Pampers mari kita mulai membiasakan diri untuk membacakan cerita atau dongeng kepada buah hati kita. Karena membacakan dongeng merupakan salah satu bentuk Pendidikan Usia Dini bagi balita, di masa-masa emas buah hati kita, perlu dibekali dengan berbagai kegiatan yang tentunya menyenangkan, bermanfaat, sesuai dengan perkembangan mereka serta mendidik. Sehingga mereka akan cukup siap untuk menjalani pendidikan dasar formal dan kehidupan mereka sehari-hari.
Pentingnya Membaca Bagi Kita
Banyak orang beranggapan membaca itu tidak penting. Wajar saja bila budaya baca belum menjadi budaya masyarakat kita. Pentingnya membaca belum menjadi tradisi yang harus dijalani setiap hari agar hidup berprestasi dan mau berbagi.
Pentingnya Membaca
Pentingnya Membaca
Ketika kecil, ibu dan ayah selalu memberi contoh kami anak-anaknya untuk rajin membaca. Majalah, koran, buku menjadi santapan kami setiap harinya di saat senggang. Waktu membaca biasanya lebih enak pagi hari. Pikiran masih segar dan belum bercampur dengan aktivitas lainnya.sebelum tidur juga bagus, asalkan kita mampu memanage waktu dengan baik. Kapanpun, dimanapun kegiatan membaca akan mengasyikkan bila kita telah menjadikan membaca sebuah kebutuhan. Masuk ke dalam alam bawah sadar kita bahwa membaca itu penting sehingga tak akan pernah kita meninggalkan membaca setiap harinya.
Bagi anda yang sibuk atau super sibuk, ikuti kursus baca kilat. Dengan begitu anda bisa membaca dengan cepat dan tetap memahami apa yg dibaca.
Ketika mengikuti seminar baca kita dan membeli buku agus setawan, saya menjadi tahu bahwa membaca buku itu ada tekniknya. Pertama lihat cover depannya lalu baca cover belakangnya. Intisari buku biasanya ada di daftar isi dan kata pengantar penulisnya.mulailah dulu membaca bab pertama dari situlah kita akan tahu menarik tidaknya sebuah buku. Bila bentuk bukunya merupakan kumpulan artikel, baca artikel yang judulnya sama dengan judul buku. Seperti buku menjadi guru tangguh berhati cahaya yang dituliskan oleh wijaya kusumah.
Membaca buku tidak harus menyerap seluruh isi buku. Kecuali bila buku tersebut memang mengajarkan keterampilan dari a sampai 7 seprti buku-buku komputer yang isinya mengajak pembaca mencobanya secara langsung di depan layar komputer.
Pentingnya membaca seharusnya sudah disampaikan oleh orang tua kita. Khususnya ibu yang menjadi perpustakaan pertama anak-anaknya. Peran ibu dalam mengenalkan kegiatan membaca di rumah atau dalam keluarga sangat penting. Sebab ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak-anaknya.oleh karenanya keteladanan ibu dalam membaca membuat anak pun menjadi suka membaca. Anak-anak kita lebih melihat apa yang dilakukan ibunya ketimbang perkataannya. Itulah mengapa ibu sangat berperan besar dalam mengajarkan pentingnya membaca di rumah. Bila kesadaran membaca sudah tumbuh mulai dari rumah, maka ketika anak keluar dari rumah dia akan pula menyebarkan virus membaca kepada orang-orang di sekitarnya.
Sebaiknya setiap keluarga berlangganan koran dan majalah. Dengan begitu akan banyak informasi didapatkan dari proses membaca. Jangan sayang untuk keluar uang sebab dari berlangganan majalan dan koran banyak informasi penting yang kita dapatkan. Oleh karenanya pemilihan majalah dan koran yang layak dibaca oleh keluarga kita harus dilakukan dengan arif bijaksana. Lihatlah majalan dan koran mana saja yang berkualitas dan sesekali ajak anak pergi ke toko buku dan perpustakaan. Dengan begitu semangat membacanya tak pernah hilang dalam diri, karena termotivasi terus setiap harinya.
Ibu yang banyak membantu saya untuk rajin membaca. Ibu pulalah tempat saya bertanya bila saya tidak tahu. Ibu bisa menjawab apa yg ditanyakan karen a ibu tak pernah lepas dari kegiatan membaca dan terus belajar sepanjang hayat.
Ibu sedikit sekali tidurnya. Setelah sholat tahajud ibu biasanya membaca kalam ilahi dan membaca buku sambil menunggu waktu subuh tiba. Usai sholat subuh ibu biasanya sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi buat anak-anaknya. Sambil menyiapkan sarapan pagi itu ibu biasanya mencuci baju kami. Waktu itu belum ada mesin cuci seperti sekarang sehingga dapat dibayangkan ibu berpeluh keringat mencuci baju anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Terkadang ibupun masih sempat mengepel lantai rumah kami. Ketika kami terbangun dari mimpi, rumah serasa segar dan asri serta bau masakan ibu yang akan kami santap pagi hari sebelum berangkat ke sekolah.
Sisihkan waktu untuk membaca. Itu pesan ibuku yang nasih terngiang-ngiang di telingaku. Rabun membaca akan membuatmu lumpuh menulis. Bila kamu ingin bisa menulis, maka perbanyaklah membaca. Dengan banyak membaca, tulisanmu akan semakin berkualitas karena seringnya membaca tulisan orang lain.
Pentingnya membaca sudah harus dikampanyekan dalam keluarga-keluarga kita. Atur waktu dengan baik sehingga kegiatan membaca menjadi menyenangkan. Apapun profesi dan pekerjaan kita, membaca menjadi kegiatan yang harus dilakukan. Bila budaya baca telah tertanam selagi muda, maka ketika tua akan banyak informasi dan ilmu yang masuk ke dalam otak kita. Mereka yang rajin membaca biasanya tidak cepat pikun di hari tua, dan itu terlihat dari mereka yg hobi membaca. Seperti wartawan senior ibu herawati diah yang berusia 95 tahun, msih enerjik dan menginspirasi kita yang muda.
Hidupkan hari-harimu dengan membaca, dan tuliskan apa yang telah engkau baca. Ikatlah ilmu dengan cara menuliskanya. Dengan begitu engkau akan menuju keabadian seperti karyu-karya buya hamka yang terkenal itu. Sudahlah anda membaca hari ini?
Membacakan cerita untuk buah hati kita merupakan kegiatan yang harus dibiasakan. Hal ini dikarenakan dapat memperkuat ikatan ibu dan anak. Selain itu, mengajarkan mereka mulai mengenal buku dan membacakan cerita padanya dapat memupuk kecintaan mereka pada membaca. Adapun, beberapa manfaat pentingnya membacakan cerita untuk buah hati anda adalah :
Sebagai alat untuk memperkenalkan dan memberikan informasi tentang lingkungan sekitar. Sehingga mereka dapat memahami peranan mereka dalam lingkungan dan perkembangan kognitif mereka
Dapat membantu untuk merangsang memori dan daya imajinasi dari buah hati kita. Daya imajinasi juga akan terkait dengan kemampuan mereka berkreasi terhadap suatu hal, maka proses kreatif mereka akan diasah juga apabila kita membantu mereka membacakan cerita atau dongeng. Mereka juga akan rajin bertanya tentang hal-hal baru yang mereka dengar dari cerita tersebut
Memperkaya perbendaharaan kata dan perkembangan bahasa balita anda. Karena melalui cerita yang anda bacakan, akan terdapat banyak kata yang anda gunakan untuk menggambarkan cerita itu agar mereka dapat memahaminya. Dari situ, mereka akan belajar kosakata baru dan banyak bertanya apa, arti dan penggunaan masing-masing dari kata yang mungkin mereka kurang paham
Hal ini juga dapat memupuk kecintaan mereka terhadap buku sejak usia dini. Karena mereka mulai menyadari sejak usia dini, bahwa buku akan memberikan manfaat dan pengetahuan bagi mereka
Bacakan dongeng atau cerita rakyat favorit mereka dengan ekspresi dan intonasi yang sesuai dengan karakter dari tokoh dalam dongeng, selain akan menarik perhatian mereka hal ini juga bertujuan untuk mereka berlatih memusatkan perhatian, proses mendengar dan mengingat detil dari masing-masing cerita dan karakter. Mereka juga dapat belajar cara berkomunikasi yang baik dan memahami emosi dalam sebuah proses komunikasi
Dari berbagai manfaat diatas, yuk sahabat Pampers mari kita mulai membiasakan diri untuk membacakan cerita atau dongeng kepada buah hati kita. Karena membacakan dongeng merupakan salah satu bentuk Pendidikan Usia Dini bagi balita, di masa-masa emas buah hati kita, perlu dibekali dengan berbagai kegiatan yang tentunya menyenangkan, bermanfaat, sesuai dengan perkembangan mereka serta mendidik. Sehingga mereka akan cukup siap untuk menjalani pendidikan dasar formal dan kehidupan mereka sehari-hari.
Pentingnya Membaca Bagi Kita
Banyak orang beranggapan membaca itu tidak penting. Wajar saja bila budaya baca belum menjadi budaya masyarakat kita. Pentingnya membaca belum menjadi tradisi yang harus dijalani setiap hari agar hidup berprestasi dan mau berbagi.
Pentingnya Membaca
Pentingnya Membaca
Ketika kecil, ibu dan ayah selalu memberi contoh kami anak-anaknya untuk rajin membaca. Majalah, koran, buku menjadi santapan kami setiap harinya di saat senggang. Waktu membaca biasanya lebih enak pagi hari. Pikiran masih segar dan belum bercampur dengan aktivitas lainnya.sebelum tidur juga bagus, asalkan kita mampu memanage waktu dengan baik. Kapanpun, dimanapun kegiatan membaca akan mengasyikkan bila kita telah menjadikan membaca sebuah kebutuhan. Masuk ke dalam alam bawah sadar kita bahwa membaca itu penting sehingga tak akan pernah kita meninggalkan membaca setiap harinya.
Bagi anda yang sibuk atau super sibuk, ikuti kursus baca kilat. Dengan begitu anda bisa membaca dengan cepat dan tetap memahami apa yg dibaca.
Ketika mengikuti seminar baca kita dan membeli buku agus setawan, saya menjadi tahu bahwa membaca buku itu ada tekniknya. Pertama lihat cover depannya lalu baca cover belakangnya. Intisari buku biasanya ada di daftar isi dan kata pengantar penulisnya.mulailah dulu membaca bab pertama dari situlah kita akan tahu menarik tidaknya sebuah buku. Bila bentuk bukunya merupakan kumpulan artikel, baca artikel yang judulnya sama dengan judul buku. Seperti buku menjadi guru tangguh berhati cahaya yang dituliskan oleh wijaya kusumah.
Membaca buku tidak harus menyerap seluruh isi buku. Kecuali bila buku tersebut memang mengajarkan keterampilan dari a sampai 7 seprti buku-buku komputer yang isinya mengajak pembaca mencobanya secara langsung di depan layar komputer.
Pentingnya membaca seharusnya sudah disampaikan oleh orang tua kita. Khususnya ibu yang menjadi perpustakaan pertama anak-anaknya. Peran ibu dalam mengenalkan kegiatan membaca di rumah atau dalam keluarga sangat penting. Sebab ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak-anaknya.oleh karenanya keteladanan ibu dalam membaca membuat anak pun menjadi suka membaca. Anak-anak kita lebih melihat apa yang dilakukan ibunya ketimbang perkataannya. Itulah mengapa ibu sangat berperan besar dalam mengajarkan pentingnya membaca di rumah. Bila kesadaran membaca sudah tumbuh mulai dari rumah, maka ketika anak keluar dari rumah dia akan pula menyebarkan virus membaca kepada orang-orang di sekitarnya.
Sebaiknya setiap keluarga berlangganan koran dan majalah. Dengan begitu akan banyak informasi didapatkan dari proses membaca. Jangan sayang untuk keluar uang sebab dari berlangganan majalan dan koran banyak informasi penting yang kita dapatkan. Oleh karenanya pemilihan majalah dan koran yang layak dibaca oleh keluarga kita harus dilakukan dengan arif bijaksana. Lihatlah majalan dan koran mana saja yang berkualitas dan sesekali ajak anak pergi ke toko buku dan perpustakaan. Dengan begitu semangat membacanya tak pernah hilang dalam diri, karena termotivasi terus setiap harinya.
Ibu yang banyak membantu saya untuk rajin membaca. Ibu pulalah tempat saya bertanya bila saya tidak tahu. Ibu bisa menjawab apa yg ditanyakan karen a ibu tak pernah lepas dari kegiatan membaca dan terus belajar sepanjang hayat.
Ibu sedikit sekali tidurnya. Setelah sholat tahajud ibu biasanya membaca kalam ilahi dan membaca buku sambil menunggu waktu subuh tiba. Usai sholat subuh ibu biasanya sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi buat anak-anaknya. Sambil menyiapkan sarapan pagi itu ibu biasanya mencuci baju kami. Waktu itu belum ada mesin cuci seperti sekarang sehingga dapat dibayangkan ibu berpeluh keringat mencuci baju anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Terkadang ibupun masih sempat mengepel lantai rumah kami. Ketika kami terbangun dari mimpi, rumah serasa segar dan asri serta bau masakan ibu yang akan kami santap pagi hari sebelum berangkat ke sekolah.
Sisihkan waktu untuk membaca. Itu pesan ibuku yang nasih terngiang-ngiang di telingaku. Rabun membaca akan membuatmu lumpuh menulis. Bila kamu ingin bisa menulis, maka perbanyaklah membaca. Dengan banyak membaca, tulisanmu akan semakin berkualitas karena seringnya membaca tulisan orang lain.
Pentingnya membaca sudah harus dikampanyekan dalam keluarga-keluarga kita. Atur waktu dengan baik sehingga kegiatan membaca menjadi menyenangkan. Apapun profesi dan pekerjaan kita, membaca menjadi kegiatan yang harus dilakukan. Bila budaya baca telah tertanam selagi muda, maka ketika tua akan banyak informasi dan ilmu yang masuk ke dalam otak kita. Mereka yang rajin membaca biasanya tidak cepat pikun di hari tua, dan itu terlihat dari mereka yg hobi membaca. Seperti wartawan senior ibu herawati diah yang berusia 95 tahun, msih enerjik dan menginspirasi kita yang muda.
Hidupkan hari-harimu dengan membaca, dan tuliskan apa yang telah engkau baca. Ikatlah ilmu dengan cara menuliskanya. Dengan begitu engkau akan menuju keabadian seperti karyu-karya buya hamka yang terkenal itu. Sudahlah anda membaca hari ini?
Kamis, 14 Maret 2013
Pentingnya Membacakan Cerita untuk si kecil
Ada sebuah kegiatan berkualitas antara mom dan si kecil yang sangat sederhana tapi sering terlupakan, yaitu mendongeng. Apakah mom masih ingat ketika kecil, ayah / ibu suka mendongeng tentang kisah si kancil / cerita snow shite atau kumpulan buku cerita hans Anderson? Masihkah mom ingat tentang perasaan nyaman, terbuai oleh suara ibu yang di sertai harum khas ibu ketika kita bersandar di sebelahnya? Dan betapa kita terkagum-kagum oleh keajaiban cerita yang terkandung di dalamnya? Kira – kira seperti itulah juga yang akan si kecil rasakan ketika mom mendongengkan cerita untuk dia.
Bahkan ada seorang jurnalis serta pakar pendidikan Jim Trelease menyarankan untuk membacakan anak buku cerita sedini mungkin bahkan ketika si kecil masih dalam kandungan dan mom membacanya secara keras. Hal ini dia tulis dalam bukunya 'The Read Aloud Handbook' yang dipublikasikan pertama kali pada 1979.
Mom dengan kita membudidayakan kebiasan mendongeng kepada si kecil, daya khayal, imajinasi serta pembendaharaan kosa kata nya juga akan semakin bertambah. Serta si kecil juga akan bisa mengalami asiknya membaca buku, terbiasa untuk menikmati sedari kecil serta melatih membaca secara tidak langsung.
Di toko buku, terdapat beberapa jenis buku yang bisa mom cocokkan dengan usia si kecil :
• Wordless picture book, Buku ini di buat dengan konsep tanpa kata, tetapi penuh gambar yang menarik, sehingga cocok untuk anak usia balita. Mom bisa menemukan buku ini dengan bentuk pop up juga.
• Picture book, Buku ini popular dengan sebutan cergam atau cerita bergambar. Gambar dan ilustrasi tetap dominan namun mulai ada teks beberapa kalimat. Contoh buku ini seperti kisah karakter / tokoh terkenal anak kecil seperti princess , winne the pooh. Buku ini cocok untuk anak usia 7 hingga 9 tahun.
• Novel, Buku ini termasuk genre fiksi (sastra anak) yang tampil dengan teks penuh dan gambar hanya sebagai ilustrasi selingan. Contohnya adalah kisah serial novel Harry Potter atau lima sekawan. Buku ini cocok untuk usia 10 hingga 12 tahun
• Referensi, Semakin dewasa, anak membutuhkan beberapa buku refensi untuk menjawab keingintahuan dia. Seperti Seri ensiklopedia yang di bagi berdasarkan topik seperti alam, manusia, planet. Buku ini cocok untuk usia 10 hingga 12 tahun.
• Buku Aktivitas, tersedia beragam buku aktivitas, bahkan untuk baby. Berikut beberapa contoh buku aktivitas berdasarkan usia:
1. Usia 3 hingga 12 bulan : baby book yang terbuat dari kain, soft book yang mengajarkan anak tentang tekstur serta pengenalan nama benda dan bentuknya.
2. Usia 2 hingga 3 tahun : buku mewarnai, mengajarkan anak tentang konsep warna serta memegang pensil warna / crayon
3. Usia 3 hingga 4 tahun : buku temple dan gunting, mengajarkan kerapihan, kreatifitas, keterampilan menggunting, menempel pada tempatnya
Langganan:
Postingan (Atom)